AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI

Nama: Rafly Aulia Erlangga
NPM: 14117876
Kelas: 4KA07
A. Definisi Audit TSI:
Audit teknologi sistem informasi adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam suatu perusahaan. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.
B. Jenis-Jenis Audit dan Ruang Lingkup Audit TSI
1. Audit Laporan Keuangan
Audit laporan keuangan (Financial Statement Audit) merupakan penilaian atau evaluasi atas suatu entitas (organisasi, perusahaan, atau lembaga) sehingga menghasilkan pendapat atau opini yang independen dari pihak ketiga tentang laporan keuangan yang akurat, lengkap, relevan, wajar, dan pastinya sesuai dengan prinsip akuntansi dan aturan yang berlaku. Audit laporan keuangan memiliki tujuan, yaitu untuk mendapatkan keyakinan bahwa laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan, organisasi, dan lembaga disusun melalui prinsip dan standar akuntansi yang berlaku. Laporan keuangan juga harus menyajikan kondisi keuangan perusahaan sebenarnya pada tanggal pelaporan dan kinerja manajemen pada periode tersebut.
2. Audit Operasional
Audit Operasional adalah alat untuk mengevaluasi atas kegiatan, program, dan metode di suatu perusahaan untuk menilai efisiensi dan efektivitas, serta mengidentifikasi risiko dan hambatan yang dihadapi untuk menghasilkan sebuah rekomendasi agar adanya perbaikan. Tujuan dilakukan audit operasional adalah Menekankan pada efektivitas dan efisiensi, fokus pada meningkatkan kinerja operasional di masa yang akan datang, laporan untuk evaluasi manajemen
Ruang lingkup dalam pelaksanaan audit adalah terbatas pada laporan keuangan dari organisasi atau badan usaha yang diperiksa. Selain materialitas, ruang lingkup juga dapat ditentukan dari hasil audit tahun lalu. Kecukupan atas bukti audit ini bergantung kepada kualitas dari bukti audit yang dikumpulkan.
C. Jenis-Jenis Kontrol dan Audit Teknologi Sistem Informasi:
- COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) Yaitu alat pengendalian untuk informasi dan tekhnology terkait dan merupakan standar terbuka yang dikembangkan oleh ISACA melalui ITGI (Information and Technology Governance Institute)pada tahun 1992. Tujuan dari COBIT yaitu untuk mengembangkan , melakukan riset dan mempublikasikan suatu standar teknologi informasi yang diterima umum dan selalu up to date untuk digunakan dalam kegiatan bisnis sehari-hari.
- SARBOX (Sarbanes-Oxley Act) Yaitu merupakan peraturan yang ditandatangani Presiden George W.Bush tanggal 30 juli 2012 untuk mereformasi dunia pasarmodal Amerika Serikat.
- ISO 17799 Yaitu standar untuk sistem manajemen keamanan informasi meliputi dokomen kebijakan keamanan informasi, alokasi keamanan informasi tanggung-jawab,menyediakan semua para pemakai dengan pendidikan dan pelatihan didalam keamanan informasi, mengembangkan suatu sistem untuk pelaporan peristiwa keamanan, memperkenalkan virus kendali, mengembangkan suatu rencana kesinambungan bisnis, mengendalikan pengkopian perangkat lunak kepemilikan, surat pengantar arsip organisatoris, mengikuti kebutuhan perlindungan data, dan menetapkan prosedure untuk mentaati kebijakan keamanan.
D. Prinsip Dasar Cobit

- Prinsip 1. Meeting Stakeholder Needs
Keberadaan sebuah perusahaan untuk menciptakan nilai kepada stakeholdernya – termasuk stakeholders untuk keamanan informasi.
- Prinsip 2. Covering the Enterprise End-to-End
COBIT 5 mengintegrasikan IT enterprise pada organisasi pemerintahandengan cara: Mengakomodasi seluruh fungsi dan proses yang terdapat pada enterprise.
COBIT 5 tidak hanya fokus pada ‘fungsi IT’.
- Prinsip 3. Applying a Single, Integrated Network
COBIT 5 dapat disesuaikan dengan standar dan framework lain, serta mengizinkan perusahaan untuk menggunakan standar dan framework lain sebagai lingkup manajemen kerangka kerja untuk IT enterprise.
- Prinsip 4. Enabling a Holistic Approach
Pemerintahan dan manajemen perusahaan IT yang efektif dan efisien membutuhkan pendekatan secara holistik atau menyeluruh. COBIT 5 mendefinisikan kumpulan pemicu yang disebut enabler untuk mendukung implementasi pemerintahan yang komprehensif dan manajemen sistem perusahaan IT dan informasi. Enablers adalah faktor individual dan kolektif yang
mempengaruhi sesuatu agar dapat berjalan atau bekerja. Kerangka kerja COBIT 5
mendefinisikan 7 kategori enablers.
7 Kategori Cobit 5 Enablers:

7 enablers yang digunakan pada COBIT 5 meliputi:
1. Principles, Policies and Frameworks
2. Processes
3. Organisational Strucutres
4. Culture, Ethics and Behaviour
5. Information
6. Services, Infrastructure and Applications
7. People, Skills and Competencies
- Prinsip 5. Separating Governance from Management
COBIT 5 dengan tegas membedakan pemerintahan dan manajemen. Kedua disiplin ini memiliki tipe aktivitas yang berbeda, membutuhkan struktur organisasi yang berbeda dan memiliki tujuan yang berbeda. COBIT 5 melihat perbedaan tersebut berdasarkan sudut pandang. Bisa dilihat pada gambar dibawah ini:

Contoh:
Perbedaan Governance (Tata kelola) dengan Management (Manajemen)
– Governance adalah tata kelola yang memastikan bahwa tujuan perusahaan dapat dicapai dengan melakukan evaluasi terhadap kebutuhan, kondisi, dan pilihan stakeholder, menerapkan arah melalui prioritas dan pengambilan keputusan terhadap arah dan tujuan yang telah disepakati. Pada Kebanyakan perusahaan, tata kelola adalah tanggung jawab dari dewan direksi dibawah kepemimpinan ketua.
– Management (Manajemen) berfungsi sebagai perencana, membangun, menjalankan dan memonitor aktifitas-aktifitas yang sejalan dengan arah yang ditetapkan oleh badan tata kelola untuk mencapai tujuan perusahaan. Pada kebanyakan perusahaan, manajemen menjadi tanggung jawab eksekutif manajemen dibawah pimpinan CEO.
- Align, Plan, and Organize (APO) – Penyelarasan, Perencanaan, dan Pengaturan.
- Build, Acquare, and Implement (BAI) – Membangun, Memperoleh, dan Mengimplementasikan.
- Deliver, Service and Support (DSS) – Mengirimkan, Layanan, dan Dukungan.
- Monitor, Evaluate, and Assess (MEA) – Pengawasan, Evaluasi, dan Penilaian.
Ada enam tingkatan kapabilitas yang dapat dicapai oleh masing-masing
proses, yaitu :
- Incomplete Process – Proses tidak lengkap.
- Performed Process – Proses dijalankan (satu atribut); Proses yang diimplementasikan berhasil mencapai tujuannya.
- Managed Process – Proses teratur (dua atribut); Proses yang telah dijalankan seperti di atas telah diimplementasikan dalam cara yang lebih teratur (direncanakan, dipantau, dan disesuaikan).
- Established Process – Proses tetap (dua atribut); Proses di atas telah diimplementasikan menggunakan proses tertentu yang telah ditetapkan, yang mampu mencapai outcome yang diharapkan.
- Predictable Process – Proses yang dapat diprediksi (dua atribut); Proses diatas telah dijalankan dalam batasan yang ditentukan untuk mencapai outcome proses yang diharapkan.
- Optimising Process –Proses di atas terus ditingkatkan secara berkelanjutan untuk memenuhi tujuan bisnis saat ini dan masa depan.

- Kelebihan COBIT
Kelebihan yang ada pada cobit adalah:
· Efektif dan Efisien
· Berhubungan dengan informasi yang relevan dan berkenaan dengan proses
bisnis, dan sebaik mungkin informasi dikirim tepat waktu, benar, konsisten,
dan berguna.
· Rahasia
· Proteksi terhadap informasi yang sensitif dari akses yang tidak bertanggung
jawab.
· Integritas
· Berhubungan dengan ketepatan dan kelengkapan dari sebuah informasi.
· Ketersediaan
DAFTAR PUSTAKA:
- Helmiawan, M.Agreindra. Jurnal Informasi: “Cobit 5 Untuk Manajemen Teknologi Informasi & Proses Bisnis Perusahaan”, Sumedang: STMIK Sumedang.
- Andri, Johanes Fernandes. 2016. Audit Tata Kelola TI Menggunakan Kerangka Kerja COBIT Pada Domain DS Dan ME Di Perusahaan Kreavi Informatika Solusindo. Jakarta: Universitas Bunda Mulia.
- Oktamara, Indra. “Audit TSI”, https://indraoktamara.wordpress.com/2018/01/05/audittsi/, diakses tanggal 25 Desember 2020
- Sulaeman, Fietri Setiawati. Audit Sistem Informasi Framework Cobit 5. Cianjur: Universitas Surya Kencana.
- SACA, 2012. COBIT 5, A Business Framework for Governance and Management of Enterprise IT.
- URL: http://bido-unsrat.blogspot.com/2017/02/v-behaviorurldefaultvmlo.html, diakses tanggal 20 Desember 2020
- URL: http://ardyrizaldy01.blogspot.com/2017/10/konsep-audit-tsi.html, diakses tanggal 20 Desember 2020
- URL: http://dianagustinaask.blogspot.com/2018/11/konsep-audit-tsi.html, diakses tanggal 20 Desember 2020
- URL: https://accounting.binus.ac.id/2020/08/19/audit-operasional-dan-tahapannya/, diakses tanggal 24 Desember 2020





























